img-28

Domain Kebijakan SPBE

img-29

Domain Tata Kelola

img-28

Domain Manajemen SPBE

img-28

Domain Layanan SPBE

img-30 img-31
Spbe Madiun
img-32 img-33

Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik

SPBE merupakan singkatan dari Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik, Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) adalah penyelenggaraan pemerintahan yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk memberikan layanan kepada Pengguna SPBE. Hal ini seperti yang tertuang pada Peraturan Presiden No. 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik. SPBE ditujukan untuk untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, transparan, dan akuntabel serta pelayanan publik yang berkualitas dan terpercaya. Tata kelola dan manajemen sistem pemerintahan berbasis elektronik secara nasional juga diperlukan untuk meningkatkan keterpaduan dan efisiensi sistem pemerintahan berbasis elektronik.

History
Indeks penialaian SPBE Kota madiun

Indeks SPBE 2021

Detail nilai indeks SPBE

Indeks SPBE 2022

Detail nilai indeks SPBE

Indeks SPBE 2023

Detail nilai indeks SPBE

Kategori Aplikasi

Apa yang Mereka Bicarakan Tentang SPBE

img-51

Berita Terbaru

img-52
byAdmin

Optimalisasi SPBE Kota, Pemkot Gelar Bimtek Sistem Informasi Arsitektur SPBE V2

Madiun - Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Kota Madiun untuk 2023 cukup baik. Hal itu dibuktikan dengan diraihnya hasil evaluasi SPBE Kota Madiun dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) beberapa waktu lalu. Indeks SPBE Kota Madiun di angka 4,45 poin dengan predikat memuaskan. Itu menempatkan Kota Madiun di peringkat tertinggi ketiga nasional kategori kota/kabupaten bagian barat.

Kendati begitu, optimalisasi terus dilakukan Pemerintah Kota Madiun. Bimbingan teknis pun kembali digelar untuk tim SPBE Kota Madiun di GCIO Dinas Kominfo Kota Madiun, Senin (18/3). Bimbingan teknis Sistem Informasi Arsitektur SPBE V2 itu juga menghadirkan narasumber dari KemenPAN-RB.

‘’Saat ini di Kota Madiun, bukan hanya di Kota Madiun ya, tapi di semua daerah masih menggunakan Sistem Informasi Arsitektur SPBE Versi 1. KemenPAN-RB kemudian meluncurkan versi 2 pada Januari lalu. Ini salah satu tindak lanjut dari itu, kita menggelar bimbingan teknis untuk yang versi 2 ini,’’ kata Kepala BKD Kota Madiun, Haris Rahmanudin.

Dari bimbingan teknis tersebut diharapkan daerah dapat segera menyesuaikan dengan Sistem Informasi Arsitektur SPBE V2 yang diluncurkan pemerintah pusat. Selain itu, kegiatan dapat mendukung tercapainya keterpaduan layanan digital nasional melalui penyusunan Arsitektur SPBE pada setiap Instansi Pemerintah Pusat dan Daerah (IPPD). Pihaknya menyebut

‘’Pada prinsipnya sistem yang sudah berjalan ini terus dilakukan evaluasi. Kemudian ada penyempurnaan-penyempurnaan,’’ ujarnya.

Di Kota Madiun sendiri penerapan SPBE sudah cukup baik. Bahkan, mencuri perhatian nasional. Berdasar Keputusan MenPAN-RB nomor 13/2024 tentang hasil evaluasi SPBE 2023 pada 11 Januari lalu, Kota Madiun dapat nilai cukup tinggi. Dari indeks maksimal 5,00 Kota Madiun mendapatkan nilai 4,45. Indeks Kota Madiun hanya kalah dari Kabupaten Banyuwangi dan Kota Surabaya di urutan pertama dan kedua. (dspp/agi/diskominfo)

img-52
byAdmin

Nilai SPBE 2023 Kota Madiun Tertinggi Ketiga Nasional Kategori Kota/Kabupaten, Juga Raih Predikat Memuaskan

Madiun - Digitalisasi yang gencar dilakukan Pemerintah Kota Madiun berbuah manis. Setidaknya hal itu terlihat dari hasil evaluasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) untuk 2023 yang dilaksanakan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) beberapa waktu lalu. Nilai SPBE Kota Madiun terbukti cukup baik. Bahkan, mampu bersaing di level nasional.

Berdasar Keputusan MenPAN-RB nomor 13/2024 tentang hasil evaluasi SPBE 2023 pada 11 Januari lalu, indeks SPBE Kota Madiun di angka 4,45 poin dengan predikat memuaskan. Capaian itu mengantarkan Kota Pendekar di urutan ketiga nasional peraih nilai SPBE tertinggi nasional.

‘’Kota kita khususnya urusan digitalisasi sejatinya tidak kalah dengan kota-kota besar lain secara nasional. Bahkan kita mampu di peringkat ketiga kategori kota/kabupaten,’’ kata Wali Kota Madiun, Dr. Maidi, Rabu (28/2).

Dari indeks maksimal 5,00 Kota Madiun mendapatkan nilai 4,45. Indeks Kota Madiun hanya kalah dari Kabupaten Banyuwangi dan Kota Surabaya di urutan pertama dan kedua. Karenanya, wali kota menginstruksikan untuk mencermati kembali poin-poin yang belum maksimal tersebut. Evaluasi pun dilakukan, Selasa (27/2) kemarin. Wali kota berharap ke depan capaian apik tersebut bisa ditingkatkan.

‘’Kalau indeks maksimal 5, berarti kita hanya kurang sedikit saja. Capaian saat ini harus menjadi penyemangat untuk menjadi lebih baik lagi ke depannya,’’ jelasnya.

Wali kota menambahkan penerapan digitalisasi juga semakin dioptimalkan di Kota Pendekar. Terbaru, pengaplikasian digitalisasi sampai pada penanganan sampah. Ya, bak sampah di Kota Madiun sudah dilengkapi chip khusus. Chip tersebut dapat memberikan tanda jika bak sampah sudah penuh. Truk pengangkut akan menerima tanda tersebut untuk segera diambil dan diangkut. Hal itu menjadikan pengelolaan sampah lebih efektif dan efisien.

‘’Jadi tidak ada bak sampah yang belum penuh tapi sudah diambil. Sopir tinggal nunggu alarm dari bak sampah mana yang bunyi. Berarti itu yang sudah penuh dan siap untuk diambil,’’ ungkapnya. (vincent/agi/madiuntoday)

img-52
byAdmin

Nilai SPBE 2023 Kota Madiun Tertinggi Ketiga Nasional, Wali Kota Tetap Pimpin Monev Untuk Optimalisasi ke Depan

Madiun - Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di Kota Madiun terbukti cukup baik. Bahkan, mampu bersaing di level nasional. Hal itu mengemuka berdasarkan hasil evaluasi SPBE yang dikeluarkan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) beberapa waktu yang lalu. Berdasar Keputusan MenPAN-RB nomor 13/2024 tentang hasil evaluasi SPBE 2023 pada 11 Januari lalu, indeks Kota Madiun mencapai 4,45 poin dengan predikat memuaskan. Capaian itu mengantarkan Kota Pendekar di urutan ketiga nasional peraih nilai SPBE tertinggi.

Nilai tersebut juga telah melampaui target Rencana Pembangunan Jangka Menangah Daerah (RPJMD) Kota Madiun. Target indeks SPBE Kota Madiun untuk 2023 hanya sebesar 2,87 poin. Tak hanya itu, capaian 4,45 poin tersebut jika dibandingkan dengan hasil pemerintah daerah lain, Kota Madiun berada di urutan ketiga dari kota dan kabupaten se-Indonesia. Indeks Kota Madiun hanya kalah dari Kabupaten Banyuwangi dan Kota Surabaya di urutan pertama dan kedua.

Meski begitu, bukan lantas cepat berpuas diri. Sebaliknya, monitoring evaluasi serta strategi SPBE ke depan pun dilakukan. Monev yang berlangsung di GCIO Dinas Kominfo Kota Madiun tersebut juga dipimpin langsung Wali Kota Madiun, Dr. Maidi, Selasa (27/2).

‘’Alhamdulillah nilai kita tinggi. Tetapi bukan kemudian berpuas diri. sebaliknya harus dipertahankan atau ditingkatkan. Makanya, hari ini kita gelar monitoring untuk mencari celah-celah yang belum maksimal,’’ kata wali kota.

Sebab, masih ada beberapa poin yang belum sempurna. Seperti diketahui nilai maksimum untuk SPBE adalah 5. Artinya, Kota Madiun nyaris mencapai nilai maksimal tersebut. Wali kota berharap apa yang kurang untuk dapat segera dipenuhi. Harapannya, ke depan bisa lebih baik lagi.

‘’Ke depan digitalisasi akan lebih kita banyak kita terapkan. Hari ini saja, sudah bertambah untuk penerapan pengelolaan sampah,’’ jelasnya.

Ya, bak sampah di Kota Madiun sudah dilengkapi chip khusus. Chip tersebut dapat memberikan tanda jika sampah sudah penuh. Truk pengangkut akan menerima tanda tersebut untuk segera diambil dan diangkut. Hal itu menjadikan pengelolaan sampah lebih efektif dan efisien.

‘’Jadi tidak ada bak sampah yang belum penuh tapi sudah diambil. Sopir tinggal nunggu alarm dari bak sampah mana yang bunyi. Berarti itu yang sudah penuh dan siap untuk diambil,’’ ungkapnya. (dspp/agi/diskominfo)

Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik

IT Kita Genggam, Dunia Kita Kuasai